FRACTAL BOXPORI SEBAGAI INOVASI RESAPAN PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN INDUKSI GEOMETRI FRAKTAL

FRACTAL BOXPORI SEBAGAI INOVASI RESAPAN PENANGGULANGAN BANJIR DENGAN INDUKSI GEOMETRI FRAKTAL

1

 (Berita ini dikirim Oleh Sdr. Sholeh Chudin dan sudah dimoderasi dan disetujui oleh admin)

Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Kejadian ini tidak lepas dari kebiasaan buruk masyarakat di Indonesia, salah satunya yaitu membuang sampah tidak pada tempatnya. Banyak gorong-gorong yang mampat oleh sampah sehingga air tidak dapat meresap dengan baik. Akibatnya, air menggenangi permukaan jalan dalam waktu yang lama. Pemandangan yang demikian tentunya mengurangi keindahan dan menimbulkan banyak masalah yang berkelanjutan. Perhatikan Gambar berikut.

2

3

Berdasarkan beberapa kejadian di atas, kami mahasiswa pendidikan matematika, FKIP, Universitas Jember yang beranggotakan Soleh Chudin (120210101075) Angkatan 2012, Kholifatur Rosyidah (120210101026) Angkatan 2012, Yuli Nur Azizah (120210101077) Angkatan 2012, Puspita Maya Margaretha (120210101087) Angkatan 2012, Dahlan Irawan (130210101123) Angkatan 2013. Bersama dosen pembiming Prof. Dr. Sunardi, M.Pd. dan dosen ahli lainnya yaitu Erfan Yudianto, S.Pd., M.Pd.

Sebagai mahasiswa yang mendalami disiplin ilmu pedidikan matematika, kami ingin menyumbangkan sedikit ilmu dari geometri fraktal. Fraktal adalah benda geometris yang kasar pada segala skala, dan terlihat dapat dibagi-bagi dengan cara yang radikal, sedangkan dalam segi perhitungan sering disebut dimensi fraktal. Hasil penelitian para ahli (sebelumnya) telah menyebutkan bahwa semakin tinggi dimensi fraktal, semakin tinggi pula daya serapnya.

Menurut Falconer (2003) dimensi adalah ukuran panjang, lebar, tinggi, luas dan sebagainya. Sehingga yang dimaksud dengan dimensi fraktal yaitu sebuah pola yang bersifat rekursif yang setiap bagiannya mirip dengan bagian keseluruhan pada suatu objek geometri. Dimensi fraktal memiliki keunikan yaitu bersifat infinity, maksudnya, seandainya setiap bagian yang rekursif dihitung, maka yang didapat adalah jumlah tak terhingga karena selalu ada bagian dari sebuah bagian. Bagian terkecil mirip bagian keseluruhan seperti sebuah garis terdiri dari garis-garis kecil dari hasil pembagian garis tersebut sebanyak . Tentunya setiap bagian memiliki rasio  dari induknya dan tiap rasio r mirip dengan induknya. Begitu pula dengan bidang dua dimensi.

4

Penelitian ini memunculkan sebuah ide untuk menanggulangi hal tersebut, yaitu sebuah alat yang dapat membantu resapan air. Alat tersebut adalah sebuah alat yang memanfaatkan limbah kardus sebagai bahan resapan air. Alat ini disebut Fraktal Boxpori.

Penelitian ini yaitu dimulai dengan pengukuran dan perhitungan dimensi empat jenis kardus yaitu (1) kardus makanan, (2) kardus minuman, (3) kardus rokok, dan (4) kardus elektronik, perhitungan daya serap di setiap jenis kardus pada percobaan awal, pengukuran dan perhitungan kembali pada empat jenis kardus untuk percobaan yang lebih besar, menyiapkan empat buah kaleng berbentuk balok untuk tempat objek penelitian, dan selanjutnya menentukan tempat penelitian. Perhatikan bola-bola fraktal dari empat jenis kardus berikut.

5

Percobaan awal kami adalah dengan mengalirkan aliran air kepada bola-bola fraktal yang telah dihitung dimensinya, selanjutnya kita hitung waktu penyerapannya dan didapatkan data sebagai berikut:

6

Kami telah menentukan ukuran dimensi fraktaldan selanjutnya mendapatkan jenis kardus yang memiliki daya serap tinggi untuk penanggulangan banjir yaitu kardus minuman. Untuk melihat hasil percobaan asumsi awal kami, silakan lihat video.

Untuk mendukung percobaan awal, kami membuat sebuah percobaan yang lebih besar yaitu dengan membuat simulasi. Dengan wadah (baskom) yang berisikan air yang kita asumsikan sebagai banjir dan sebuah alat simulasi dibuat dari kaleng yang telah dilubangi di semua sisi, selanjutnya kami isikan setiap jenis fraktal kardus di dalamnya hingga padat, selanjutnya kita hitung volume air yang tersisa, hasil yang kami dapatkan dari percobaan kedua sebagai berikut:

7

Hasil yang kita dapat sekali lagi yaitu kardus minuman yang memiliki daya serap terbaik. Untuk melihat hasil percobaan kedua kami, silakan lihat videonya.

8

9

10

Berbagai macam kardus telah di uji daya serapnya seperti kardus makanan, kardus minuman, kardus rokok, dan kardus elektronik. Dari keempat macam kardus tersebut kami dapatkan daya serap yang paling baik adalah kardus minuman. Selanjutnya, kardus minuman ini akan dijadikan bahan serap untuk Fractal Boxpory dan akan dikenalkan kepada masyarakat. Artikel ilmiah tentang jenis kardus dengan tingkat serapan tertinggi dari berbagai jenis kardus yang telah diuji berdasarkan hasil penelitian aplikasi dimensi fraktal, dan kami telah membuat sosial media untuk mempublikasikan semua kegiatan penelitian kami. Berikut alat yang kami buat untuk penelitian ini.

11

UPDATE: Video kedua

Omah Dolen: Upaya Penerapan Matematika dalam Pelestarian Budaya Tradisional

Omah Dolen: Upaya Penerapan Matematika dalam Pelestarian Budaya Tradisional

Omah Dolen: Upaya Penerapan Matematika dalam Pelestarian Budaya Tradisional Indonesia terhadap Kemajuan Teknologi dan Budaya Asing di Kampung Tembaan kabupaten Jember

11038476_938801822837403_2783287113519929028_nDunia anak adalah dunia yang penuh semangat untuk belajar hal baru ataupun belajar mengenai hal-hal disekitarnya, diantaranya belajar pengetahuan baru yang didapat di bangku sekolah, belajar budaya tradisional Indonesia, belajar tentang kemajuan teknologi ataupun belajar pentingnya solidaritas antar teman. Pada kenyataannya dunia anak zaman sekarang terlalu sering menggunakan teknologi modern dan budaya tradisional Indonesia sudah mulai tidak dikenali. Contoh nyata dari kejadian tersebut yaitu anak-anak terlalu sering menggunakan gadget sehingga berkurangnya rasa peduli anak terhadap kejadian disekitarnya. Akan tetapi Kesalahan bukan terletak pada kemajuan teknologi namun terletak pada cara menggunakannya yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Hal yang sering tampak oleh mata adalah kebiasaan anak-anak menggunakan game online, game pada hp, ataupun menonton televisi daripada bermain mainan tradisional. Disamping itu seringnya anak mendengarkan lagu dewasa dan lagu-lagu modern ataupun bahasa yang tidak wajar untuk usianya menyebabkan moral anak semakin turun.

11178647_1575817342695058_236516723_nSalah satunya di daerah kampung Tembaan yang berada di Jalan Ahmad Yani gang 7b kelurahan Kepatihan kecamatan Kaliwates kabupaten Jember. Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Unej bersama ibu Dian Kurniati, S.Pd.,M.Pd. mendirikan sebuah pusat budaya yaitu “Omah Dolen”. Omah Dolen merupakan sarana berkumpul bagi anak-anak kampung Tembaan dan teman-teman yang masih peduli dengan budaya tradisional Indonesia dan masa kecil anak jaman sekarang. Kegiatan Omah Dolen sudah berjalan selama 4 bulan. Inilah foto-foto kegiatan Omah Dolen:

11164122_1575815226028603_1959178198_nPersiapan Omah Dolen

11160168_1575815306028595_252467925_nPertemuan ke-1: Pengenalan Budaya Tradisional Indonesia

11122439_1575815359361923_2117813724_nPertemuan ke- 2: Pengenalan dan bermain mainan jadul yang berbasis matematika

 11156851_1575815672695225_1291205810_nPertemuan ke-3: Pengenalan lagu anak dan lagu daerah seluruh Indonesia

11185472_1575815722695220_120394057_nPertemuan ke-4: Berlatih menyanyikan lagu anak dan lagu daerah

11160372_1575815786028547_331844615_nPertemuan ke-5: Pengenalan, menggambar dan mewarnai rumah adat serta menggambarkan dalam bentuk bangun datar

MTs dan SMK Al-Hamidi Jenggawah Berkunjung ke LABOMA Pend. Matematika FKIP UNEJ

MTs dan SMK Al-Hamidi Jenggawah Berkunjung ke LABOMA Pend. Matematika FKIP UNEJ

20150424_105828

Sejak pagi sampai pukul 18.30 WIB terlihat Anggota bidang IV MSC masih sibuk berbenah alat peraga di Laboratorium Matematika (LABOMA) dengan didampingi oleh Nucholif Diah Sri Lestari, S.Pd., M.Pd (Bu Tari, Red). Ada apakah gerangan? Berdasarkan informasi yang dihimpun dari mahasiswa yang lalu-lalang di luar Laboma ternyata mahasiswa Pendidikan Matematika sedang menata alat peraga dan buku-buku serta naskah skripsi dikarenakan ruang LABOMA baru direnovasi. Dengan Cat berwarna abu-abu dan karpet seluas ruangan di sana. Alhamdulilah terjadi perubahan yang cukup signifikan ruangan ini. Tidak hanya sampai di sana, informasi dari penanggungjawab Laboma (Bu Tari) bahwa besok (24 April 2015) akan ada kunjungan dari rombongan MTs dan SMK Al-Hamidi Jenggawah dengan tujuan untuk berkunjung ke Laboma untuk mempelajari alat peraga yang ada di Laboma kita ini.

Informasi yang didapatkan sampai berita ini diturunkan adalah pukul 07.00 WIB rombongan datang ke FKIP Gedung 3 dan langsung mengikuti acara ceremonial di ruang sidang lantai 2. Stelah mengikuti acara tersebut karena jumlah siswa sekitar 100 plus guru pendamping kemudian siswa dibagi menjadi 3 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 25 sampai 30 siswa. Ruangan yang digunakan untuk diskusi masalah alat peraga ini ada 3 ruang. Kelompok ke-1 mulai masuk ruangan pukul 08.20-09.30 WIB, kelompok ke-2 mulai masuk ruangan pukul 09.30-10.30 dan rombongan ke-3 mulai masuk ruangan pukul 10.30-11.30. Setiap ruangan terdiri dari alat peraga yang berbeda-beda. Agar siswa dapat mencoba semua alat peraga yang diberikan maka dilakukan sistem roling, jadi kelompok 1 jika sudah selesai langsung menuju ruang 2, dan jika sudah selesai menuju ruang 3. Jadi semua siswa masuk ke setiap ruangan yang telah disediakan panitia. Mahasiswa yang terlibat untuk mendampingi kegiatan ini terdiri dari 24 mahasiswa dan sebagian besar adalah bidan IV Mathematic Students’ Club (MSC). Berikut ini beberapa foto di laboma. (F)

20150424_110038

20150424_110010

20150424_105952  20150424_105907

20150424_105847

20150424_105828

20150424_105819

20150424_105752

20150424_110106

Tim Program Studi Pendidikan Matematika Lolos Hibah Bina Desa

Tim Program Studi Pendidikan Matematika Lolos Hibah Bina Desa

hibah jadwal

Minat penelitian mahasiswa perlu dikembangkan. Hal ini sudah mulai terlihat dari suksesnya mahasiswa menyusun proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan dosen pendamping antara lain: Dr. Susanto, M.Pd, Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd, Arif Fatahillah, S.Pd., M.Si, Prof. Dr. Sunardi, M.Pd, dan Erfan Yudianto, S.Pd., M.Pd. Selanjutnya, gabungan mahasiswa dari kelompok bimbingan Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd, Prof. Dr. Sunardi, M.Pd dan Erfan Yudaianto, S.Pd., M.Pd melanjutkan untuk ikut serta dalam Program Hibah Bina Desa (PHBD) dan yang ditunjuk untuk mendampingi program ini adalah Dian Kurniati, S.Pd., M.Pd. Setelah PKM berhasil didanani oleh dikti, maka pada tanggal 17 april 2015  program studi pendidikan matematika mendapatkan kabar baik kembali dari Hibah Bina Desa.
hibah desa 1Meskipun dengan waktu yang terbatas, TIM PHBD Program Studi Pendidikan Matematika mampu melaksanakan kegiatan ini dengan maksimal. Hal ini terlihat dari semangat TIM yang setiap saat menghadap dosen pembimbing untuk berdiskusi dan membahas kegiatan ini. Tidak sampai di sini saja, setelah mendengar pengumaman lolos, salah satu anggota TIM langsung posting kabar gembira ini via facebook.

chudin

 

Berikut Link lampiran pengumuman dan pengumuman resmi hasil penelitian dari situs resmi PHBD.
hibah pengumuman

SELAMAT DAN SUKSES
TIM PKM & TIM PHBD
KAMI BANGGA MENJADI WARGA FKIP*

* Warna bendera FKIP

Selamat Hari Kartini

Selamat Hari Kartini

kartini

Senin, 20 April 2015 semua dosen di lingkungan FKIP Universitas Jember mendapatkan SMS dari nomor +6281235955111 (SMS Gateway-FKIP) yang berisikan pesan “Kepada Ibu dosen dan Ibu karyawan dalam rangka peringatan hari kartini dimohon besok hari selasa 21 april 2015 memakai baju kebaya/nasional fakultas menyediakan penghargaan untuk 10 orang terfavorit“. SMS tersebut diterima pukul 11.23 WIB, sontak di ruang dosen pendidikan matematika langsung terdengar diskusi antar ibu-ibu dosen membahas masalah pakaian yang akan digunakan besok. Ternyata tidak hanya di kantor, diskusi itu berlanjut di grup Whatsapp dosen pendidikan matematika hingga pukul 23.00 WIB.

Hari selas 21 April 2015

Akhirnya …..  Ibu-ibu dosen di Program Studi Pendidikan Matematika hampir semuanya menggunakan Baju kebaya. Berikut beberapa Foto yang berhasil diabadikan menggunakan Ponsel.

kartini 1Foto 1:
Dari kiri ke kanan (Bu Titik, Bu Tari, Bu Susi, Bu Dina, Bu Arika, dan Bu Lioni)

kartini 2Foto 2: Ibu dosen lainnya sedang mengajar

kartini kampusFoto 3: Hasil Jepretan Prof. Dr. Sunardi, M.Pd 🙂

Sekali lagi selamat hari kartini Ibu-ibu 🙂

  • unej1 sister elearning