Sharing Beasiswa Bersama Alumni (SBBA) 2017

Sharing Beasiswa Bersama Alumni (SBBA) 2017

Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi S1, S2, S3, Dalam dan Luar Negeri KEMDIKBUD RI

Pemateri Robiatul Adawiyah, S.Pd., M.SI.

Jenis Beasiswa

  1. Masyarakat Berprestasi

Beasiswa untuk masyarakat berprestasi terbagi menjadi 2 macam yaitu sebagai berikut:

  • LPDP untuk S2 dan S3
  • BU (Beasiswa Umum) untuk S1, S2, dan S3

Komponen yang dibiayai dari kedua beasiswa tersebut memilik perbedaan antara dalam negeri dan luar negeri.  Untuk dalam negeri komponen yang dibiayai, yaitu: SPP, Biaya hidup dan biaya buku. Sedangkan untuk komponen luar negeri, yaitu: SPP, biaya hidup, biaya buku, transportasi dan Visa.

  1. Pegawai KEMENDIKBUD

Dalam merespon perubahan bidang teknologi, budaya, sosial dan ekonomi di era global perlu adanya peningkatan kompetensi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Pengembangan kompetensi dilakukan dengan memberikan kesempatan yang luas untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi pada perguruan tinggi didalam maupun diluar negeri atau pelatihan di luar negeri (short course).

Komponen beasiswa degree dapat berupa:

  1. Biaya pendidikan (Tuition fee)
  2. Biaya hidup
  3. Biaya buku
  4. Biaya penelitian
  5. Mahasiswa Asing

Beasiswa Unggulan Mahasiswa Asing ditujukan untuk jenjang pendidikan S2 dan S3 di Indonesia pada bidang pendidikan Bahasa Indonesia, seni dan budaya. Beasiswa Unggulan Mahasiswa Asing ditujukan bagi siswa alumni Darmasiswa dan negara-negara yang memiliki kerjasama pendidikan dengan Indonesia.

Komponen maksimal beasiswa berupa:

  1. Biaya pendidikan (Tuition fee)
  2. Biaya hidup
  3. Biaya buku
  4. Biaya penelitian
  5. Nusantara Cerdas

Program Beasiswa Nusantara Cerdas Merupakan pemberian beasiswa oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui beasiswa bersama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang diberikan kepada putra-putri terbaik bangsa Indonesia khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil) Indonesia khusus Jenjang S1.

Program Beasiswa Nusantara Cerdas bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia yang mendukung percepatan pembangunan inovasi teknologi, peningkatan mutu pendidikan di Perguruan Tinggi dan daya saing alumni.

Perguruan Tinggi yang ditawarkan sebagai berikut:

  1. Aceh : Universitas Syiah Kuala
  2. Sumatera Barat : Universitas Andalas
  3. Nusa Tenggara Barat : Universitas Mataram
  4. Kalimantan Barat : Universitas Tanjung Pura
  5. Kalimantan Timur : Universitas Mulawarman
  6. Sulawesi Utara : Universitas Sam Ratulangi
  7. Sulawesi Selatan : Universitas Hasanuddin
  8. Maluku : Universitas Pattimura
  9. Papua : Universitas Cendrawasih
  10. Penyandang disabilitas : Universitas Negeri Jakarta, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjadjaran

Pengenalan dan Selayang Pandang LPDP

Pemateri Lela Nur Safrida, S.PD., M.Pd.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan adalah satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola dana pendidikan sesuai amanat PMK Nomor 252 Tahun 2010. Lembaga ini disingkat LPDP.

Ada 4 Jenis Beasiswa LPDP, yaitu sebagai berikut:

  1. BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia)

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri.

Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi unggulan baik di dalam maupun di luar negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.

  1. Beasiswa Afirmasi

Beasiswa Afirmasi merupakan salah satu jalur khusus dari 5 jalur yang disediakan LPDP yang ditujukan untuk kelompok masyarakat yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terbelakang), Alumni beasiswa Bidik Misi atau Jalur Prestasi bidang seni/budaya tingkat nasional maupun internasional. Affirmative policy seperti ini didasarkan atas fakta bahwa Indonesia masih menghadapi masalah pembangunan yang belum merata di setiap wilayah. Salah satu sebabnya, sebaran SDM berpendidikan tinggi belum merata. Untuk memeratakan pembangunan, diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah perbatasan dan/atau tertinggal.

Kelonggaran yang diberikan oleh LPDP untuk jalur afirmasi adalah syarat kemampan Bahasa Inggris. Mereka boleh mendaftar beasiswa ini walaupun Toefl /IELTS belum mencapai 550/6,5 karena akan diberikan Pengayaan Bahasa oleh LPDP jika dinyatakan lulus wawancara sebagai awardee LPDP.

  1. Beasiswa Dokter Spesialis

Beasiswa Pendidikan Indonesia Dokter Spesialis adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program spesialis di Perguruan Tinggi di dalam negeri.

Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program spesialis kedokteran di Perguruan Tinggi unggulan baik di dalam negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.

  1. Beasiswa Tesis dan Disertasi

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) program Tesis/Disertasi ditujukan bagi para mahasiswa Magister atau Doktoral yang memiliki keterbatasan dana untuk menyelesaikan tesis/disertasinya, baik yang sedang belajar di dalam negeri maupun luar negeri. Tujuan program ini adalah untuk mempercepat tersedianya lulusan Magister atau Doktoral yang berkualitas dan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Beasiswa Tesis adalah bantuan pembiayaan penelitian unggulan dan/atau prioritas pemerintah pada tesis untuk program magister berbasis-riset (research based) yang berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi nasional dalam rangka tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan berdaya saing serta diberikan dalam rangka penyelesaian studi.

Tahapan seleksi  Beasiswa

  1. Pendaftaran
  2. Seleksi Administrasi
  3. Seleksi Assessment Online
  4. Seleksi Wawancara Leaderless Group Discussion (LGD) dan On The Spot Essay Writing
  5. Penetapan Penerima Beasiswa.

 PPG (Pendidikan Profesi Guru)

Pemateri Darian Aji Bawono, S. Pd. dan Ahmad Rizqi Lazuardi, S. Pd.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru. Pendidikan profesi guru harus ditempuh selama 1-2 tahun setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun non sarjana kependidikan. PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) merupakan program pengganti akta IV yang tidak berlaku muali tahun 2005.

Lulusan pendidikan profesi akan mendapatkan gelar. Menurut Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), pendidikan profesi akan melegitimasi profesi guru. Pendidikan profesi juga akan menambah gelar Gr di belakang nama guru tersebut. karena menurut undang-undang, guru adalah profesi, sama seperti dokter.

PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) diharapkan kompetensi dan profesionalisme guru benar-benar lebih terjamin dengan menjalani masa pendidikan selama 2 semester atau 1 tahun. PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) berlaku bagi yang ingin menjadi guru baik sarjana dari fakultas pendidikan, maupun non pendidikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya melegalkan sarjana non kependidikan untuk menjadi guru profesional. Ke depan sarjana lulusan di luar FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pendidikan) itu bersaing dengan sarjana yang empat tahun mengenyam kuliah kependidikan. Kebijakan membuka akses bagi sarjana non kependidikan untuk menjadi guru ini tertuang dalam Permendikbud 87/2013 tentang Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG). Sarjana dari fakultas non FKIP itu bebas mengajar mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat.

Sarjana non kependidikan juga diwajibkan mengikuti saringan masuk PPG selayaknya sarjana kependidikan. Meskipun aksesnya dibuka setara dengan lulusan FKIP, sarjana non kependidikan wajib mengikuti dan lulus program matrikulasi dulu sebelum menjalani PPG. Sedangkan untuk sarjana FKIP yang linier atau sesuai dengan matapelajaran yang bakal diampu, tidak perlu mengikuti program matrikulasi itu. Khusus untuk sarjana yang bakal mengajar di jenjang SMP dan SMA/sederajat, tidak ada perlakukan berbeda bagi lulusan kependidikan maupun non kependidikan ketika mengikuti PPG. Mereka diwajibkan untuk mengikuti PPG dengan bobot atau beban belajar sebanyak 36 hingga 40 SKS. Menurut Sulistiyo sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kemendikbud harus bisa menanggung risiko jika membuka akses luas kepada sarjana non kependidikan untuk menjadi guru profesional. Guru adalah profesi khusus, sehingga pendidikannya juga khusus dalam waktu yang cukup.

Biaya Program PPG

Dalam penerimaan peserta PPG kali ini, peserta akan mendapat biaya subsidi/bantuan pendidikan dari pemerinyah sebesar Rp. 7.500.000/semester/orang, Sebuah angka yang cukup lumayan, mengingat jika anda hendak mengikuti kegiatan PPG dengan biaya sendiri, sudah pasti akan membuat anda, merogoh kocek lebih dalam.Namun untuk biaya hidup, akomodasi dan biaya komsumsi selama PPG sepenuhnya ditanggung oleh peserta pendidikan profesi guru (PPG). Untuk tempat tinggal sendiri, peserta PPG bersubsidi 2017 akan diasramakan di LPTK yang menjadi pelaksana kegiatan PPG 2017.

Program Studi PPG

Setidaknya ada beberapa program studi yang akan mendapat jatah perekrutan, untuk mengikuti pendidikan profesi guru, berikut program studi yang diberikan jatah untuk menerima peserta PPG bersubsidi 2017:

  1. PGSD
  2. PGPAUG
  3. PLB
  4. Pendidikan Matematika
  5. Pendidikan Bahasa inggris
  6. PJOK/PJKR
  7. Teknik Kimia
  8. Teknik Pengakapan Ikan
  9. Agribisnis Produksi Ternak
  10. Agribisnis Pengelolaan Hasil Pertanian dan Perikanan
  11. Kepariwisataan
  12. Teknik Ketenagalistrikan
  13. Teknik Elektronika
  14. Teknik Mesin
  15. Agribisnis produksi tanaman
  16. Teknik Otomotif.

Jenis Jenis PPG

Untuk mendaftar menjadi peserta pendidikan profesi guru (PPG) setidaknya ada beberapa persyratan umum yang mesti dipenuhi, berikut persyaratannya:

  1. Lulusan S1/D4 program studi terakreditasi minimal B
  2. Berusia setinggi-tingginya 28 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember tahun pendaftaran
  3. Program studi S1/D4 linier dengan bidang studi pada program PPG
  4. Calon mahasiswa terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI); IPK minimal 3,00

Dokumen yang diupload pada tahap seleksi administrasi

  1. Mengupload foto
  2. Ijazah/SKL (Surat Keterangan Lulus)
  3. Transkrip nilai

Dokumen-dokumen yang WAJIB diupload jika dinyatakan LULUS UJIAN TULIS/CBT:

  1. Bebas Napza, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari BNN atau yang berwenang
  2. Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah
  3. Sehat rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah
  4. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian

Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti program PPG, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai Rp 6.000,00 dan disyahkan oleh Lurah/Kepala Desa.

  • unej1 sister elearning